Kamis, 29 Desember 2016

Berbahagialah, Sayang

Saat aku menulis ini mungkin kamu sedang disibukkan dengan printilan nikah yang bikin kepala pening. Tapi tak apa, akan tetap aku lanjutkan tulisan ini, untuk kamu baca nanti saat kamu sempat.

Dear Alfi,
Tuhan mentakdirkan kita bertemu dalam kegiatan kampus yang sampai sekarang masih aku ingat, yes I still remember every single moment we shared selama #KKN13. Tanpa aku rencanakan sebelumnya, kamu jadi orang paling dekat denganku bahkan kita tidur bersebelahan tiap malam. Ehee..

Tiap hari selama satu bulan penuh kita habiskan bersama, semua moment pahit manis plus drama-drama percintaan ngehek ala bocah #KKN13 juga kita lalui bersama. Astaga, aku beneran ngakak saat menulis ini, beneran ngehek soalnya. :D

Mengenal kamu adalah anugrah, kamu mengajari aku banyak hal, aku mengagumi kamu diam-diam. Alfiku sayang, kamu sosok yang luar biasa hebat di mataku. Wanita tangguh!

Aku bersyukur berkali-kali karena Tuhan tetap menjaga kamu sebagai sahabatku, berterimakasih karena sampai sekarang kamu tetap Alfiku, sama seperti dulu.

Dan hari ini, sebuah keputusan besar telah kamu ambil. Satu langkah yang tidak main-main telah siap kamu tempuh. And you have no idea how happy I am to know this. I really want to give you my best hug. But I can't, I just can't. Don't you worry, Sweetheart. I send you my best wishes. I do hope you have great years ahead with your special one.

Happy wedding day, Alfi. ❤

Minggu, 06 November 2016

Jangan

Jangan tanyakan seberapa dalam aku mencintaimu.
Jangan tanyakan seberapa luas aku menyiapkan hatiku untukmu.
Jangan tanyakan seberapa banyak air mata yang tumpah tiap kali mengingatmu.
Jangan tanyakan seberapa sering aku merapal namamu dalam tiap doa.
Jangan tanyakan seberapa menderitanya aku di sini, sedang kamu jauh dari jangkauanku.
Tapi aku baik-baik saja. Bukankah kamu yang bilang bahwa aku wanita kuat. Ingat? :)

Rabu, 18 Mei 2016

Untuk Kalian

Hai, Kalian.
Terima kasih telah mengisi hari-hari saya dengan segala tingkah polah kalian yang menyebalkan sekaligus menyenangkan. Terima kasih telah dengan tulus mencium tangan saya setiap hari, tak jarang pula kalian memeluk saya.
Terima kasih telah menjadi bagian dari hidup saya, menjadi tempat saya berbagi waktu, ilmu, pengalaman, canda, dan tangis.
Terima kasih telah membuat saya merasa diterima, dihormati, dan dicintai dengan tulus.

Hai, Kalian.
Kalian pasti tidak tahu, di hari-hari terakhir kalian di sini, saya punya hobi baru. Ya, memperhatikan kalian diam-diam. Saat kalian sibuk mengerjakan tugas dan menjawab pertanyaan, saat itulah saya dengan leluasa memandang kalian. Meminta pada Tuhan untuk menghentikan waktu. Tapi, mana bisa?

Time flies too fast.
Sampai saat hari ini tiba. Saya masih mungkin bertemu kalian, tapi jelas tak bisa setiap hari. Kalian tahu betapa saya membenci perpisahan. Karena, bagian mana yang tidak menyakitkan dari sebuah perpisahan? Tapi saya sadar, kalian memang harus dilepas. Dibebaskan untuk mencari dan menjadi apapun yang kalian inginkan. Sampai pada akhirnya kalian kembali dengan langkah tegap dan membawa sekotak kesuksesan sebagai jawaban atas do'a dan harapan saya selama ini.

Hai, Kalian.
Maafkan saya. Saya yang belum bisa maksimal menjadi contoh yang baik untuk kalian. Saya yang emosinya masih naik turun saat kalian mulai bandel. :)

Berjanjilah..
Kalian akan terus melangkah meraih mimpi, seberat apapun rintangan yang akan kalian temui di depan sana. Kalian akan tetap kuat tak peduli sedahsyat apapun gelombang yang mungkin saja tiba-tiba menerjang mimpi kalian. Kalian akan selalu menjadi sosok yang rendah hati, setinggi apapun posisi kalian nanti. Kalian akan selalu siap menantang dunia namun tetap takut dan tunduk pada Tuhan. Kalian akan membuat saya bangga dengan menjadi sebaik-baik diri kalian sendiri.

Saya mungkin tidak pernah mengungkapkan ini sebelumnya. Tapi hari ini, kalian harus tahu bahwa saya mencintai kalian..

Kamis, 21 April 2016

Ayo, Lampaui Dirimu!

Pernah merasa tidak sanggup melakukan sesuatu?
Pernah merasa tidak layak mendapat penghargaan?
Pernah merasa kecil, tidak berdaya, bahkan tidak diinginkan?

Saya, sering!

Tapi apakah menyerah pada keadaan lantas menjadi jalan keluar? Tentu saja tidak!

Saya percaya sepenuhnya bahwa hidup kita memang tidak dirancang Tuhan untuk selalu ada di jalan yang mulus. Tuhan menciptakan banyak kerikil, duri, hujan, bahkan badai di sepanjang perjalanan hidup. Namun bersama semua itu, Tuhan membekali kita dengan kekuatan. Kekuatan berupa doa, keyakinan, dan cinta.

Hal yang paling saya syukuri adalah saya dilahirkan menjadi sosok yang tidak mudah menyerah, tidak pasrah pada keadaan. Bagi saya, hidup itu harus diperjuangkan.

Jatuh?
Bangun!
Jatuh lagi?
Ya bangun lagi!
Because that's how a superhero learns to fly..

Jadi, mari kita bersama-sama memaksimalkan hidup. Menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Lelah boleh, tapi jangan sampai berpikir untuk menyerah. Ayo, lampaui dirimu!

Minggu, 10 April 2016

Tentang Meminta Oleh-oleh

"Kamu jadi ke Bogor?"
"Jadi, Insya Allah."
"Kapan?"
"Minggu depan."
"Oleh-oleh ya, jangan lupa!"
"Eeeeeeeeng.."
.
.
.
Saya yakin, saya bukan satu-satunya yang merasa agak 'terganggu' tiap kali ditodong untuk membawa oleh-oleh padahal berangkat aja belum. Seperti ada beban. Apalagi perjalanan saya bukan untuk so called senang-senang.

Budaya 'minta oleh-oleh ini' memang agak susah hilang. Tapi ada satu hal yang harus disadari, saat kamu dianggap penting dan spesial, tanpa kamu minta dia akan dengan senang hati membawakanmu buah tangan itu.

Jadi teman-teman, yuk mulai menggeser budaya ini. Daripada membebankan oleh-oleh, akan lebih baik jika kita mendo'akan agar perjalanannya lancar, selamat sampai tujuan hingga kembali pulang. Saat nanti kita dapat buah tangan, ya itu bonus. Satu lagi, itu artinya kita dianggap penting. Alhamdulillah, kan?

:)

Sabtu, 06 Februari 2016

Menulis Saja

Cerita tentangmu tak akan pernah berhenti aku tulis. Sekeras apapun usahaku untuk menghentikan, nyatanya hati tetap menuntun jemari untuk terus menggores aksara.

Kamu yang akan terus seperti itu, yang bayangannya sering kali muncul tanpa aba-aba dan seketika memporakporandakan rencana yang telah tersusun rapi.

Saat cerita  kita menemui tempat untuk berakhir dan tak ada lagi yang bisa aku tulis, aku tetap tidak pernah kehabisan ide untuk mematri namamu sekali lagi, lagi, dan lagi.

Kamu candu, dan segenap yang ada pada diriku mengiyakan itu. Aku tak pernah membayangkan akan menjadi begitu kuat saat bersamamu dan mendadak begitu rapuh nyaris hancur saat kamu tak ada dalam jangkauanku.

Ini bukan rindu. Jelas aku tidak sedang merindukanmu. Ini hanya caraku menuruti apa yang hatiku ingin. Menulis, tentang kamu..

Rabu, 20 Januari 2016

Aku Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta pada caramu menulis. Membagi cerita melalui rentetan aksara magis.

Aku jatuh cinta pada deret kalimatmu. Hal yang jelas tak pernah bisa aku tolak, selalu memaksa untuk dijelajah. Candu.

Aku jatuh cinta pada caramu menumpahkan emosi di tiap carik kertas. Dan aku dengan rela menghanyutkan khayalku dalam gelombangmu, menyelam semakin dalam, tanpa batas.

Aku jatuh cinta pada caramu memaknai hidup. Membuka banyak mata untuk melihat sejelas-jelasnya walau cahaya perlahan meredup.

Aku jatuh cinta pada caramu bersyukur. Menyadarkan bahwa tak ada yang tak indah, sekalipun hidup rasanya nyaris hancur.

Aku jatuh cinta pada caramu membuatku jatuh cinta. Dan menjadikan semua terasa nyata.