"Kamu jadi ke Bogor?"
"Jadi, Insya Allah."
"Kapan?"
"Minggu depan."
"Oleh-oleh ya, jangan lupa!"
"Eeeeeeeeng.."
.
.
.
Saya yakin, saya bukan satu-satunya yang merasa agak 'terganggu' tiap kali ditodong untuk membawa oleh-oleh padahal berangkat aja belum. Seperti ada beban. Apalagi perjalanan saya bukan untuk so called senang-senang.
Budaya 'minta oleh-oleh ini' memang agak susah hilang. Tapi ada satu hal yang harus disadari, saat kamu dianggap penting dan spesial, tanpa kamu minta dia akan dengan senang hati membawakanmu buah tangan itu.
Jadi teman-teman, yuk mulai menggeser budaya ini. Daripada membebankan oleh-oleh, akan lebih baik jika kita mendo'akan agar perjalanannya lancar, selamat sampai tujuan hingga kembali pulang. Saat nanti kita dapat buah tangan, ya itu bonus. Satu lagi, itu artinya kita dianggap penting. Alhamdulillah, kan?
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar