Hai, apa kabar?
Sebentar lagi senja tiba.
Masihkah kamu orang yang sama, yang duduk di pinggir jendela bersama secangkir kopi, lalu darinya kamu kembali terinspirasi untuk sekali lagi menenun aksara?
Masihkah kamu orang yang sama, yang percaya bahwa ada yang lebih pahit dari kopi yang kamu seduh tanpa gula? Ya, perasaan rindu yang bahkan tidak sanggup kamu sampaikan.
Masihkah kamu orang yang sama, yang memilih untuk diam daripada menerima kenyataan bahwa ternyata bukan kamu yang dia tuju?
Senja tidak akan datang terlalu lama, kan?
Perlahan langit merah akan padam, namun tidak dengan luka itu.
Luka yang nyata terlihat, pecah terbelah di matamu.
Senja tidak mengobati, malampun tidak mengakhiri.
Kamu dan lukamu, lebur menjadi satu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar