Jadi, beberapa hari terakhir ini saya intens berkomunikasi lagi dengan seseorang yang pernah dekat baik secara fisik maupun emosional. Ya, Wiwis! Bocah satu ini sukses mencuri hati saya. Dan tanpa ragu saya berani bilang bahwa "yes, I love her".
Tuhan mempertemukan kami 10 tahun lalu. Nothing special, teman kost biasa. Namun seiring berjalannya waktu, kami disatukan oleh banyak cerita. Ya, cerita yang seringkali kami bagi. Sampai pada saat saya menangis mendengar kisah yang dia bagi (sambil menangis). Tidak ada yang ingin saya lakukan saat itu selain memeluk dan memastikan bahwa semua akan baik-baik saja. Bahwa dia memiliki saya yang siap menjadi apapun yang dia butuhkan.
Sampai Tuhan membuat kami berjarak, dan hampir sama sekali tidak berkomunikasi karena kesibukan kami masing-masing. Tapi satu hal yang tidak pernah terkikis, rasa haru yang tiba-tiba menyeruak serta air mata yang tumpah tiap kali dia memanggil saya "Biyuk". Bahkan sampai detik saya menulis tentang dia di blog ini, saya tidak bisa untuk tidak menangis. Lebay? Ah, buat saya rasa sayang tidak ada yang lebay. :)
Dan, baru saja saya mendapat kabar bahwa Wiwis tengah bersiap untuk menjalankan tugas sebagai pengajar Bahasa Indonesia di Thailand. Cool, huh?
Ah, Dedekku sayang. Betapa Biyuk bangga padamu. Lanjutkan langkahmu, berlarilah sesekali. Genggam dunia, namun tetap takutlah pada Tuhan.
I love you.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar