Rabu, 28 Oktober 2015

Para Penantang Krisis

Koran pagi ini beda. 
Jawa Pos, dengan tema 87 Tahun Sumpah Pemuda. Halaman 17-36 dipenuhi dengan kisah-kisah inspiratif dari orang-orang hebat di negeri ini. Menarik!

Bidang lingkungan, ada Erni Suyanti dan dedikasinya terhadap satwa liar di Bengkulu, Wiwiek Anggraini dan kerelaannya menjadi relawan pemadam karhutla di Riau, Ikhwan Arief yang pantang menyerah dalam melestarikan terumbu karang, serta Youth Food Movement yang merupakan gerakan anak muda pro kedaulatan pangan.

Bidang otomotif, dengan deretan mobil Honda dan paket promo spesial akhir tahun (ini promosi :D) dan PT. Astra Honda Motor dengan komitmen keselamatan berkendara yang diusungnya.

Bidang pendidikan, ada Nur Fadli yang membangun 10 sekolah di lereng Gunung Argopuro dan Undang Suryaman yang mendirikan TK dari penghasilannya sebagai juru parkir di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran.

Bidang seni, ada Pandji Pragiwaksono dengan strateginya mengalahkan pembajakan. Selain itu, ada Sinta Tantra yang mengenalkan seni kontemporer di London.

Bidang bisnis, ada Michael Wijaya yang menghadirkan produk Indonesia di Amerika, Hardini Puspasari yang menjaga bisnis di tengah lemahnya rupiah, serta Yasa Paramita Singgih yang sukses menjadi pengusaha di usia 20 tahun.

Bidang sosial, ada Hari Kurniawan yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu menjadi advokat yang berjuang untuk seluruh lapisan masyarakat, Tarno yang membangun irigasi secara swadaya, serta kumpulan anak muda yang bekerja keras mengubah kampung dolly menjadi pusat edukasi.

Bidang olahraga, ada Greysia Polli yang sukses mengharumkan nama bangsa dan Bambang Bayu Saptaji yang menjadi pemain futsal profesional Indonesia pertama di luar negeri.

Ah, inspiring!!

Di antara beberapa bidang yang telah saya tulis di atas, pendidikan adalah yang paling mencuri perhatian saya. Kisah 2 orang pejuang pendidikan dengan segala keterbatasan mereka sukses membuat saya merasa ditampar, sangat keras. Ya, saya malu. Sebagai seorang guru, saya masih sering mengeluh tentang banyak hal. Ya Allah, betapa saya tidak bersyukur atas apa yang saya dapat selama ini. Astaghfirullah..

.
.
.

Hei kalian para penantang krisis, terima kasih. Terima kasih telah mengispirasi. Terima kasih telah menularkan semangat pantang menyerah. Terima kasih telah mengajarkan bagaimana tetap berjuang walau dengan segala keterbatasan yang melekat dalam diri. Terima kasih. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar